Senin, 13 Januari 2020

Tata Cara Menguburkan Ari-Ari yang Benar

Halo semua,
Saat ini saya akan berbagi informasi tata cara menguburkan ari-ari, sebelumnya taukan anda tata cara menguburkan Ari-Ari? proses menguburkan ari-ari ini tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara yang wajib/harus di ikuti agar bayi kita diberikan kesehatan dan keselamatan.

Syarat-syarat yang wajib di siapkan:
  • Lampu untuk penerangan
  • Pakaian Muslim/pakaian adat
  • Jarit
  • Sangkar ayam dari ayaman bambu/tempat sampah dari ayaman bambu/ember
  • Payung
  • Kain mori
  • Kendil
  • Kembang setaman
  • Merica
  • Biji Kemiri
  • Jarum
  • Beras merah / beras biasa
  • Kunyit
  • Garam
  • Pensil
  • Buku
  • Kertas bertulisan Arab dan atau bertulisan Jawa
  • cermin
  • Untuk bayi perempuan di sertai empon-empon seperti temu hitam, kunir, dlingo bengle, bawang merah, bawang putih, benang dan jarum.
  • Untuk bayi laki-laki disertakan uang logam
Langkah-langkah membersihkan ari-ari:
  • Ari-ari wajib dikuburkan setidaknya kurang dari 24 jam setelah bayi lahir, agar tidak terjadi pembusukan.
  • Yang membersihakan ari-ari biasanya ayah dari bayi tersebut atau bisa kakek dari ayah tersebut.
  • Siapkan kendil (biasanya di sediakan rumah sakit, dan kita hanya menganti biaya kendil).
  • Bersihkan Ari-ari dengan air mengalir ingat jangan air yang tenang.
  • Kalau sudah bersih, masukan kembali ari-ari tersebut kedalam kendil.
  • kemudian masukan syarat-syarat di atas mulai dari merica sampai uang logam (untuk bayi laki-laki).
  • bungkus kendil tersebut dengan kain mori.
Langkah-langkah menguburkan ari-ari:
  • Buat lubang untuk menguburkan ari-ari, untuk bayi perempuan dibagian kiri rumah sedangkan untuk bayi laki-laki disebelah kanan rumah.
  • Sang ayah wajib membersihkan diri dan wudhu setelah itu wajib mengenakan pakaian yang bersih, bisa berupa pakaian adat atau pakaian muslim dan sarung.
  • Sang ayah mengendong kendil tersebut dengan jarit yang telah disediakan, posisi kendil tersebut di kanan dan mengendong sampai tempat penguburan/lubang yang telah disediakan.
  • Masukan kendil tersebut di lubang kemudian di adzankan, setelah di adzan bacakan surat Al- Fatihah dan mendoakan hal-hal yang baik untuk sang bayi
  • Tutup lubang tersebut dengan tanah hasil galian tadi kemudian taburkan kembang setaman dia atasnya.
  • Tutup kuburan tersebut dengan sangkar ayam dari ayaman bambu/tempat sampah dari ayaman bambu/ember yang telah disediakan tadi di bagian atas di kasih lampu yang wajib di nyalakan setiap malam kurang lebih 1,5 - 2 bulan dan di kasih payung agar makam tersebut tidak langsung terkena air hujan dan atau panas matahari.
  • Setelah itu lampu boleh di lepas dan alangkah lebih baik di tutup dengan semen.
Sekian dulu ya, bagi yang kurang paham bisa komen di bawah, terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar