Saat ini saya akan berbagi informasi tata cara menguburkan ari-ari, sebelumnya taukan anda tata cara menguburkan Ari-Ari? proses menguburkan ari-ari ini tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara yang wajib/harus di ikuti agar bayi kita diberikan kesehatan dan keselamatan.
Syarat-syarat yang wajib di siapkan:
Syarat-syarat yang wajib di siapkan:
- Lampu untuk penerangan
- Pakaian Muslim/pakaian adat
- Jarit
- Sangkar ayam dari ayaman bambu/tempat sampah dari ayaman bambu/ember
- Payung
- Kain mori
- Kendil
- Kembang setaman
- Merica
- Biji Kemiri
- Jarum
- Beras merah / beras biasa
- Kunyit
- Garam
- Pensil
- Buku
- Kertas bertulisan Arab dan atau bertulisan Jawa
- cermin
- Untuk bayi perempuan di sertai empon-empon seperti temu hitam, kunir, dlingo bengle, bawang merah, bawang putih, benang dan jarum.
- Untuk bayi laki-laki disertakan uang logam
- Ari-ari wajib dikuburkan setidaknya kurang dari 24 jam setelah bayi lahir, agar tidak terjadi pembusukan.
- Yang membersihakan ari-ari biasanya ayah dari bayi tersebut atau bisa kakek dari ayah tersebut.
- Siapkan kendil (biasanya di sediakan rumah sakit, dan kita hanya menganti biaya kendil).
- Bersihkan Ari-ari dengan air mengalir ingat jangan air yang tenang.
- Kalau sudah bersih, masukan kembali ari-ari tersebut kedalam kendil.
- kemudian masukan syarat-syarat di atas mulai dari merica sampai uang logam (untuk bayi laki-laki).
- bungkus kendil tersebut dengan kain mori.
Langkah-langkah menguburkan ari-ari:
- Buat lubang untuk menguburkan ari-ari, untuk bayi perempuan dibagian kiri rumah sedangkan untuk bayi laki-laki disebelah kanan rumah.
- Sang ayah wajib membersihkan diri dan wudhu setelah itu wajib mengenakan pakaian yang bersih, bisa berupa pakaian adat atau pakaian muslim dan sarung.
- Sang ayah mengendong kendil tersebut dengan jarit yang telah disediakan, posisi kendil tersebut di kanan dan mengendong sampai tempat penguburan/lubang yang telah disediakan.
- Masukan kendil tersebut di lubang kemudian di adzankan, setelah di adzan bacakan surat Al- Fatihah dan mendoakan hal-hal yang baik untuk sang bayi
- Tutup lubang tersebut dengan tanah hasil galian tadi kemudian taburkan kembang setaman dia atasnya.
- Tutup kuburan tersebut dengan sangkar ayam dari ayaman bambu/tempat sampah dari ayaman bambu/ember yang telah disediakan tadi di bagian atas di kasih lampu yang wajib di nyalakan setiap malam kurang lebih 1,5 - 2 bulan dan di kasih payung agar makam tersebut tidak langsung terkena air hujan dan atau panas matahari.
- Setelah itu lampu boleh di lepas dan alangkah lebih baik di tutup dengan semen.
Sekian dulu ya, bagi yang kurang paham bisa komen di bawah, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar